Mari Sayangi Planet Bumi Kita dengan Gerakan Tanam Pepohonan

Kami Buka jam 08.00 WIB- 16.00 WIB Silahkan ke tempat kami di Bulusari Karangduwur, Kemiri, Purworejo, Jateng

Salam Go Green

Home » , , , , » Berbagai Macam Teknik Perbanyakan Tanaman Secara Generative dan Vegetative

Berbagai Macam Teknik Perbanyakan Tanaman Secara Generative dan Vegetative


Layaknya seperti manusia, Tanaman juga berkembangbiak demi kelangsungan hidupnya. Tidak hanya perkembangbiakan melalui biji saja, perkembangbiakan / perbanyakan pada tanaman meliputi sistem generative ( biji ) Maupun vegetative. Dari 2 sistem perkembangbiakan pada tanaman, tentunya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Pada perbanyakan generative salah satu kelebihannya yaitu mempunyai perakaran yang kuat ( akar tunggang), masa produktif lebih lama, lebih mudah diperbanyak, tahan penyakit yang disebabkan oleh tanah, memiliki keragaman genetik yang digunakan untuk pemuliaan tanaman. Sedangkan kekurangannya yaitu masa berbuahnya yang cenderung lama, sifat anaknya yang tidak sama dengan induknya, tidak cocok untuk perbanyakan yang membutuhkan keseragaman. Perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan biji biasanya digunakan untuk batang bawah yang akan diokulasi / disambungkan dengan batang atas yang berasal dari jenis tanaman unggul.

Perbanyakan vegetative  merupakan langkah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian tertentu dari tanaman seperti daun, batang, ranting, pucuk, umbi serta akar untuk menghasilkan tanaman baru yang sama dengan induknya. Prinsip dari perbanyakan vegetative ini adalah merangsang tunas adventif yang ada dibagian-bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang dan daun sekaligus.

Salah satu keunggulan dari sistem perbanyakan  vegetative ini diantaranya adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama persis dengan induknya, lebih cepat berproduksi / berbunga, dapat menggabungkan berbagai sifat yang di inginkan. Namun kekurangan dari perbanyakan ini adalah membutuhkan pohon induk yang lebih besar dan lebih banyak, akar tanaman kurang kokoh karena , sehingga lebih mudah tumbang, masa produktif singkat dan membutuhkan biaya mahal.

Ada beberapa macam teknik perbanyakan tanaman secara vegetative diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Stek Stek atau cutting 
          Adalah salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang dapat dilakukan menggunakan organ akar, batang, maupun daun tanaman. Tanaman yang distek adalah salah satu organ tanaman yang dipotong dan bisa langsung ditanam pada media penanaman. Teknik stek ini juga banyak dilakukan untuk memperbanyak tanaman hias dan buah, seperti buah anggur , markisa, sukun , apel , lada , dan vanili.

2. Cangkok
          Teknik cangkok (marcottage atau air layerage) banyak digunakan untuk memperbanyak tanaman hias atau tanaman buah yang sulit diperbanyak dengan cara lain. Contohnya seperti stek, biji, atau sambung pucuk / sambung Susu. Tanaman yang biasa dicangkok umumnya memiliki kambium atau zat hijau daun, seperti buah mangga, sukun, jeruk nipis , alpukat dan lainnya. Tanaman lain yang tidak berkambium dan tidak bisa diperbanyak dengan sistem cangkok adalah salak dan jenis-jenis bambu.

3.  Penyusuan Penyusuan (approach grafting) 
          Adalah cara penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masing-masing tanaman masih berhubungan dengan perakarannya. Keuntungannya tingkat keberhasilan nya cukup tinggi, tetapi pengerjaannya agak merepotkan, karena batang bawah harus selalu didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi. Kerugiannya penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah terbatas, tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon induk. Oleh karena itu penyusuan hanya dianjurkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi, misalnya alpukat, belimbing, durian .

4.  Okulasi 
          adalah teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara menggabungkan dua tanaman atau lebih. Penggabungan ini dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari cabang pohon induk kemudian dimasukkan atau ditempelkan di bagian batang bawah yang sebagian kulitnya telah dikelupas membentuk huruf T tegak, T terbalik, H, U tegak, atau U terbalik. Tempelan kedua tanaman tersebut diikat selama beberapa waktu hingga kedua bagian tanaman bergabung menjadi satu tanaman baru. Penyatuan kedua tanaman ini terjadi setelah tumbuh kalus dari kedua tanaman tersebut. Akibat pertumbuhan kalus ini akan terjadi perekatan atau penyambungan yang kuat. Contoh tanaman yang dapat diperbanyak dengan teknik okulasi diantaranya adalah mangga, rambutan, sirsak, alpukat, dan jeruk.

5.  Sambung Teknik
          Adalah cara perbanyakan tanaman secara vegetatif yang dilakukan oleh para petani dan penangkar bibit buah-buahan. Teknik sambung ini dilakukan dengan menyambungkan atau menyisipkan batang atas ke batang bawah. Batang bawah yang digunakan bisa berasal dari biji, stek bahkan tanaman yang sudah tua untuk diremajakan atau diganti dengan varietas baru.

Nah itulah perbanyakan pada tanaman yang bisa kita lakukan, anda bisa memilih teknik apa saja yang sesuai dengan jenis tanamannya.
Terima kasih telah berkunjung di blog kami ...  ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

Mitra Berkebun Anda

Stop Global Warming !

Anda Bertanya, Kami Menjawab

Jadilah Sahabat Warung Bibit

Isilah Form dibawah ini

Powered by Kirim.Email

Ada yang bisa kami bantu ?

Ada yang bisa kami bantu ?
Klik saja logo di atas

Invite Kami

Invite Kami