Mari Sayangi Planet Bumi Kita dengan Gerakan Tanam Pepohonan

Kami Buka jam 08.00 WIB- 16.00 WIB Silahkan ke tempat kami di Bulusari Karangduwur, Kemiri, Purworejo, Jateng

Salam Go Green

Warung Bibit : Budidaya Jambu Mete / Jambu Monyet


Jambu mete atau lebih dikenal dengan jambu monyet ini begitu populer di Negara Indonesia. Pohon yang berasal dari Negara Brasil tenggara ini, dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu. Dan kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis sehingga sampailah di Negara kita ini. Pemasok utama jambu mete di Dunia ada di Negara Brasil, Kenya dan India. Jambu mete sendiri di Indonesia mempunyai berasam nama diantaranya Jambu Erang/ jambu monye ( sumatera barat), Gayu ( Lampung), Jambu Mede ( Jawa Barat), Jambu monyet ( Jawa Tengah dan Jawa Timur), Jambu Jipang/ Jambu Dwipa (Bali), Jambu Yaki ( Sumatera Utara).

Namun yang terkenal dari jambu mete ini bukanlah buahnya melainkan adalah bijinya yang disebut dengan kacang mete. Kacang mete ini merupakan komiditi ekspor yang cukup bagus. Kacang mete ini bisa dibuat sebagai camilan, bahkan dijadikan sebagai bahan penting pada industri makanan. Seperti halnya untuk campuran makanan yang berbahan dasar coklat, hiasan kue dan lain-lain.

Jika anda satu diantara kalian yang belum pernah melihat jambu mete / jambu monyet ini, berikut ciri-ciri jambu mete adalah sebagai berikut :
  • Memiliki cabang dan ranting, dan ketinggian bisa mencapai 9 – 12 m.
  • Batang pohon jambu mete tidak rata dengan warna cokelat tua.
  • Daunya bertangkai pendek, berbentuk lonjong dengan tepian berlekuk dan guratan rangka daunya cukup terlihat jelas.
  • Bunganya berhulu, terkumpul dalam bentuk malai, dan daun tunjangnya lebar.
  • Daun mahkota berwarna putih sedangkan bagian buah yang membesar berdaging lunak, berair dan berwarna kuning kemerahan merupakan tangkai buah yang membesar.
  • Buah jambu mete berukuran 3 cm, berbentuk ginjal, dan bijinya berkeping dua terbungkus kulit yang mengandung getah.
  • Kulit buah Jambu mete berwarna abu-abu dan dapat juga dijadikan sebagai obat herbal.
Bagi yang hobiis tanaman, budidaya jambu mete ini merupakan kegiatan yang sangat mengasyikkan. Disamping bisa memetik sendiri buah jambu mete ketika panen, hasilnya juga bisa dijual untuk menambah pendapatan kita. Namun Budidaya jambu mete ini juga perlu memperhatikan tentang syarat tumbuh tanaman jambu mete ini. Seperti :

Syarat Tumbuh Tanaman Jambu Mete

  • Iklim
Tanaman jambu mete / jambu monyet sangat menyukai sinar matahari. Jika tanaman ini ditanam di tempat yang kurang terkena sinar matahari maka produktivitasnya akan menurun. Apalagi jika ternaungi tanaman lain, maka akan lebih sulit berbuah.

Suhu yang dikehendaki minimun antara 15-25°C dan maksimun antara 25-35°C. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27°C.

Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban antara 70-80%. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembaban 60-70%.

Angin memang kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu monyet. Dalam penyerbukan bunga jambu mete ini yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum. Daerah yang paling sesuai untuk budidaya jambu mete / jambu monyet ini di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).
  • Media Tanam
Jenis tanah yang paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir, tanah lempung berpasir serta tanah ringan berpasir. Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6,3 - 7,3, tetapi masih sesuai pada pH antara 5,5 - 6,3.
  • Ketinggian Tempat
Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1.200 m dpl. Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl, kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis.


PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN TANAMAN JAMBU METE / JAMBU MONYET

  • Penanaman Bibit Di Lahan 
1. Penentuan Saat Tanam       Jadwal tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada permulaan musim hujan sampai dengan pertengahan musim hujan, yakni bulan Oktober/November sampai dengan Desember/Januari. Penanaman di lahan yang beririgasi teknis, saat tanam dapat dilakukan kapan saja karena kebutuhan air untuk pertumbuhan bibit selama masa pertumbuhannya dapat dicukupi dari air irigasi.

2. Persiapan Lahan
       Penyiapan lahan untuk penanaman jambu mete yaitu pembersihan semak belukar, sisa-sisa bekas tanaman sebelumnya, pembuatan parit irigasi dan drainase, pembuatan jalan control, pembuatan jalan angkutan produksi, dan pembentukan teras-teras bagi lahan miring.

3. Penentuan Jarak Tanam
       Jarak tanam yang dianjurkan untuk budidaya tanaman jambu mete yaitu :
a. 6 m X 8 m = Jarak dalam barisan tanam yang membujur arah Barat – Timur adalah 6m dan jarak antar barisan tanam 8 m
b. 8 m X 10 m =  Jarak dalam barisan 8 m dan jarak antar barisan tanam 10 m
c. 12 m X 12 m = Jarak dalam barisan 12m dan jarak antar barisan tanam 12 m.

4. Pembuatan Lubang tanam
       Lubang tanam dibuat menurut jarak tanam yang telah ditetapkan. Ukuran lubang tanam idealnya adalah 50 cm X 50 cm X 50 cm. Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan secara manual atau dengan peralatan tekhis.

5. Penanaman
       Langkah-langkah penanaman bibit jambu mete / jambu monyet di dalam lubang tanam adalah :
a. Lubang tanam ditutup dengan tanah seperti semula, yakni lapisan tanah bagian bawah dimasukkan ke dalam lubang tanam terlebih dahulu, kemudian menyusul lapisan tanah atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang. Setelah itu, lubang tanm yang telah ditutupbiarkan selama 2 – 4 hari sebelum ditanami bibit jambu mete.

b. Buat lubang tanam sebesar kantong polybag yang digunakan untuk pentemaian bibit jambu mete pada lubang tanam yang telah ditutup tadi. Pembuatan lubang tanam harus tepat di tengah.

c. Masukkan bibit jambu mete beserta tanahnya kedalam lubang tanam dengan melepas kantong polybag terlebih dahulu, kemudian timbun dengan tanah galian tadi sampai se batas leher akar sambil ditekan-tekan sedikit agar tanaman dapat berdiri tegak dan kuat.

d. Selesai penanaman, di sekitar tanaman dapat diberi mulsa jerami padi untuk menjaga kelembapan tanah, kemudian disiram air secukupnya.

6. Waktu Tanam
waktu penanaman bibit jambu mete / jambu monyet yang baik adalah pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau pada sore hari setelah pukul 15.00. Penanaman bibit jambu mete pada siang hari dapat menyebabkan tanaman menjadi layu dan mati

7. Penyulaman
       Penyulaman adalah penggantian tanaman yang rusak akibat serangan hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan pada tanaman yang tumbuh kerdil, dan tanaman yang mati. Penyulaman harus segera dilakukan apabila ada bibit yang pertumbuhannya kurang baik, rusak, atau mati. Bibit sulaman harus diambil dari bibit cadangan yang memiliki umur sama dengan tanaman yang digantikan. Penyulaman untuk tanaman jambu mete masih dapat dilakukan sampai tanaman berumur 2 – 3 tahun.

Anda tertarik ingin membudidayakan jambu monyet / Jambu mete ini ? Silahkan datang saja / pesan bibit unggulnya hanya di tempat kami :

Bang USMAN / Warung Bibit
Jln. Kutoarjo - Bruno Km 07 Desa Bedono Karangduwur
Dusun Bulusari RT 02 / 02
Kec. Kemiri, Kab. Purworejo Prop. Jawa Tengah
Telp / WA : 0857 2971 0988 / 085228366998
BBM : 53E2E097













0 komentar:

Posting Komentar

Mitra Berkebun Anda

Stop Global Warming !

Anda Bertanya, Kami Menjawab

Invite Kami

Invite Kami